Postingan

Teks Esai

“Facisalwash”  untuk Pria Sabun pembersih kali ini tidak hanya diperuntukan bagi perempuan saja, sudah banyak sabun pembersih wajah yang diperuntukan khusus untuk pria.  Pria juga harus menyadari penting nyamenggunakkan sabun pembersih wajah. Ini bukan mengenai perawatan kecantikan atau lainnya, tapi merupakan kebutuhan untuk menjaga kesehatan wajah. Apalagi bagi para generasi milenial, dimana mereka mempunyai segudang aktivitas dan tak jarang juga aktivitas itu berada di luar ruangan. Ditambah lagi dengan aktivitas pria yang biasanya lebih banyak daripada wanita. Dilihat dari aktivitasnya tentu para kaum pria lebih membutuhkan ini. Dari 10 pria yang saya tanya, 3 orang dari mereka mengatakan tidak menggunakan dan 7 orang dari mereka menggunakkanfacialwash . Namun sayangnya banyak juga di luar sana yang belum menyadari akan pentingnya menggunakkanfacialwash. Mungkin beberapa dari mereka tidak menggunakkannya karna melihat bahwa sabun muka dan sejenisnya itu hany...

Teks Editorial

Sekolah Darurat Kartini S ekolah Darurat Kartini adalah sekolah yang tidak pernah memungut biaya sepeser pun kepada muridnya. Sekolah  ini didirikan oleh dua wanita kembar bernama Sri Rosyati (Rossy) dan Sri Irianingsih ( Rian) yang sejak tahun 1990 silam mengabdikan diri mengajar anak-anak jalanan dan putus sekolah, tanpa menerima bayaran sepeser pun. Siswa yang bersekolah disini adalah anak-anak dari kelompok marjinal yang tidak diterima mengenyam pendidikan di sekolah reguler. Rian-Rossy pun awalnya merogoh kocek sendiri untuk membiayai kegiatan belajar mengajar yang berlangsung. Mulai dari memberikan makan, baju seragam siswa, peralatan sekolah, hingga membekali dengan teknik keterampilan. Namanya juga sekolah darurat, tempat belajarnya pun tak permanen. Sekolah yang sudah berdiri selama 29 tahun ini tercatat 6 kali berpindah tempat karena tergusur. Namun akhirnya, sekolah ini mempunyai gedung permanen. Peresmiannya dilakukan oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol P...

Novel Bagian III

Hai Kawan!!!! Ini dia lanjutan dari novel keciku  "Vanila" Hope you like it!! Happy Reading:) VANILA “Good Morning Vanii” kalimat itu yang pertama Vani dengar saat ia keluar dari tendanya “Morning Ta. Tumben amat udah bangun” tanya Vani sambil melihat Genta yang sedang merebus air diatas tumpukan kayu bakar. “Yee gue mah emang pagi terus bangunnya, mau bikin minum Van?” “Boleh deh, emang lo mau bikin apa?” “Gue sih kopi” “Gue jangan kopi ya, gabiasa gue minum kopi pagi-pagi gini. Gue mau susu aja” balas Vani dan langsung membantu Genta. “Itu kopi gak lo tambahin gula?” tanya Vani saat melihat Genta mulai menuangkan air rebusan dalam gelas nya. “Gausah, entar gue sambil liat lo aja, nanti juga jadi manis kopinya” godaGenta sambil terkekeh kecil. “Aduh meleleh adek bang” balas Vani dengan tertawa geli dan disusul oleh suara tawa Genta. “Hari ini kita ngapain ya?” tanya Vani memulai pembicaraan. “Kalo gak salah sih gue denger katanya sekarang...

Novel Bagian II

Hai Kawan!!!! Ini dia lanjutan dari novel keciku "Vanila" Hope you like it!! Happy Reading:) VANILA “Baik anak-anak, selamat datang di acara perkemahan SMA Harapan tahun 2018/2019. Selama dua hari kedepan kita akan melaksanakan suatu acara yang sudah ditunggu-tunggu pastinya . P erkemahan! Ibu pesan untuk kalian ber hati-hati disini, jangan bepergian sendiri, pokoknyaa harus ada yang menemani. Mengerti anak-anak? Kalau begitu kita mulai acara ini dengan mengucap bismillaaah ....” tutur bu Ola selaku ketua panitia acara . “….hirrohmanirrahim” sambung para murid dengan begitu ramai dan semangat. “Gunakan momen ini untuk refresh otak kalian, lupakan sejenak soal tugas-tugas kalian, fokus saja pada hari ini dan dua hari kedepan dan tetap jaga kesehatan kalian selama disini ” tambah Bu Ola . “Ha..ha… haaa.. Oke Bu sia aa p !! ” terdengar tawa para murid karena perkataan Bu Ola . Jarang-jarang memang ada guru yang menyuruh muridnya untuk melupakan tugas-t...

Cerita Pendek

SIMPLICITY “Lepaskan! Lepakskan aku! Kalian ini siapa sebenarnya? Mengapa kalian membawaku kesini? Lepaskan!” cercaku dengan pertanyaan yang memenuhi benakku. Mereka tiba-tiba menutup sebagian wajahku menggunakan kain. Dan saat aku terbangun aku sudah berada dalam hutan. Dan akupun tak taudimana. “Haiii... Halo... Apakah ada orang di sini?” “Haloo”. Aku terus berteriak namun tetap sama yang kudapatkan, tidak ada yang menjawab. Jelas saja, aku ini dalam hutan mana mungkin ada orang disini. Aku terus berjalan menelusuri hutan ini, namun semakin aku berjalan aku rasa semakin menjauh pula aku berada di hutan ini. Dan tak kunjung menemukan jalan keluar. “Ayaah tolong aku ayah! aku dimana? Bundaa tolong aku!”. Aku merengek menangis karena aku sudah tidak tau harus pergi kemana lagi. Tak lama aku langsung menghapus butiran air yang membasahi pipiku setelah aku mengingat bahwa ayah selalu mengajarkan untuk selalu rendah hati, tidak putus asa dengan keadaan yang kita ala...