Novel Bagian II
Hai Kawan!!!!
Ini dia lanjutan dari novel keciku "Vanila"
Hope you like it!!
Happy Reading:)
VANILA
“Baik
anak-anak, selamat datang di acara perkemahan SMA Harapan tahun 2018/2019.
Selama dua hari kedepan kita akan melaksanakan suatu acara yang sudah ditunggu-tunggu
pastinya. Perkemahan! Ibu pesan
untuk kalian berhati-hati disini,
jangan bepergian sendiri, pokoknyaa harus ada yang menemani. Mengerti
anak-anak? Kalau begitu kita mulai acara ini dengan mengucap bismillaaah....” tutur bu Ola
selaku ketua panitia acara.
“….hirrohmanirrahim”
sambung para murid dengan begitu ramai dan semangat.
“Gunakan
momen ini untuk refresh otak kalian,
lupakan sejenak soal tugas-tugas kalian, fokus saja pada hari ini dan dua hari
kedepan dan tetap jaga kesehatan
kalian selama disini” tambah Bu Ola.
“Ha..ha…
haaa.. Oke Bu siaaap!!” terdengar tawa para
murid karena perkataan Bu Ola. Jarang-jarang memang ada guru yang menyuruh muridnya untuk melupakan
tugas-tugas sekolah.
“Sekarang
kalian bisa beristirahat sebentar lalu setelah itu kalian makan siang. Tepat
jam 1 kalian harus sudah berkumpul disini lagi. Mengerti?!”
“Mengerti
Buuu”.
Vani, Lala, Ita, dan
Tasya berjalan menuju tenda mereka, Genta dan Dio mengekor dari belakang, karena
tenda mereka memang bersebelahan. Sekarang para manusia itu menghabiskan waktu bersama
di depan kedua tendamereka.
Mereka mengobrol dengan asyik dan penuh tawa denganditemani beberapa snack yang mereka bawa sebagai bekal.
“Mau
makan apa nih kita? Makan ginian doang mah kaga kenyang-kenyangnih” ucap Dio sambil
memasukan isi kacang kulit pada mulutnya.
“Yaudah
mau bikin apa dong? Mie? Apalagi coba kalo bukan mie?” balas Tasya sambil
menaikkan alisnya.
“Yaiya,
yang paling instantkan itu doang” balas Ita.
“Yaudah
biar gue yang nyiapin api nya” usul Genta.
“Yaudah
sini gue yang ambil airnya” tambah Dio.
“Nih
ambil airnya sana” kata Tasya yang baru saja keluar dari tenda dan
langsung memberikan sebuah panci pada Dio. Dio langsung beranjak dari duduk nya
dan pergi untuk mengambil air.
“Dio…
yo..” baru saja Dio
melangkah, tapi langkahnya harus terhenti karena ucapan Genta yang
memanggilnya.
“Woy
sini pinjem korek lo”
“Nih
tangkep!” balas Dio sambil melemparkan koreknya pada Genta.
♡♡♡
Tepat
pukul satu siang, para murid sudah mulai bergerumut ditempat yang sama pada
awal mereka berkumpul.
“Oke
anak-anak, kegiatan pertama kita adalah melakukan lomba estafet” tutur Bu Ola.
“Jadi
cara mainnya, kalian dengan tim masing-masing akan malakukan lomba estafet, ada
empat perlombaan yang harus kalian selesaikan. Yaitu lomba balap karung, makan kerupuk,
mengambil koin dalam tepung, dan memecahkan air yang telah digantung dengan
mata tertutup. Pertama, yang akan kalian lakukan adalah lomba balap karung, jadi
orang kesatu akan memulai di garis start sampai ke finish yang
berada disebrang sana. Dan di sana sudah ada teman kalian atau orang kedua yang
menunggu. Setelah kalian berjabat tangan, barulah orang kedua itu boleh berlari
kegaris start dan memakan kerupuk yang menggantung disini. Sampai sini
apa kalian mengerti?”
“Siap
bu siap, mengerti” sahut Dio dengan semangat.
“Setelah itu, saat orang kedua memakan kerupuk, orang ketiga akan berada di sampingnya,
jika sudah selesai, barulah orang ketiga berlari ke finish dan melakukan
lomba selanjutnya yaitu memgambil koin dalam tepung. Kami sudah siapkan lima
buah koin yang harus kalian ambil dalam sebuah piring yang berisi tepung dengan
meggunakkan mulut. Lalu jika sudah selesai, orang ketiga lari ke garis start dengan
membawa koin yang sudah diambilnya dan akan bergantian dengan orang keempat. Orang
keempat, akan melakukaan lomba terakhir yaitu dengan menutup matanya dan
berjalan menuju finish untuk memecahkan air yang sudah digantung disana
dengan meggunakkan tangan kosong dan akan mendapat arahan dari kalian yang berada
digaris start. Bagaimana?
Mengertikan?”
“Mengerti
buu” sahut anak-anak dengan ramai penuh semangat.
“Baik,
sekarang kalian siap-siap ya”.
Semua
tim mengatur strateginya masing-masing, untuk memberikan yang terbaik dalam perlombaan. Agar dapat menjadi pemenang dalam perlombaan tersebut, karena ada banyak hadiah
yang menanti bagi para pemenang.
♡♡♡
Matahari mulai menurun dan semakin menyembunyikan cahaya
indahnya, warnanya pun mulai oren kemerahan, dan menjadi pemandangan yang indah
pada sore itu. Senja yang indah. Tanpa terasa hari ini berakhir dengan cepat, aktivitas
pada hari itu cukup melelahkan, namun menyenangkan. Sore itu terlihat semua
murid antri dalam barisan panjang yang membawa mereka menuju arah kamar mandi,
mereka akan membersihkan diri setelah beraktivitas seharian yang cukup banyak mengeluarkan keringat.
Setelah semua selesai membersihkan dirinya, para guru
atau selaku panitia menyuruh murid-muridnya untuk berkumpul dan melaksanakan shalat maghrib
berjamaah, mereka duduk bersama, sampai waktu shalat isya. Setelah shalat isya, semua murid
kembali ke tenda mereka dan kembali berkumpul pada tempat biasa mereka
berkumpul. Mereka mengelilingi tumpukan kayu bakar yang dapat menghangatkan tubuh
mereka dari dinginnya udara malam ditempat perkemahan ini. Ya! ini hanyalah
perkemahan biasa dan santai, jadi tidak perlu menunggu pada malam terakhir
untuk membuat api unggun.
Berbagai macam aktivitas siswa dan siswi SMA Harapan
pada malam itu, ada yang menyanyi dan diiringi oleh gitar, ada yang membakar
jagung, dan ada juga yang menghabiskan malam itu dengan mengobrol. Seperti yang
dilakukan oleh Vani, Lala, Ita, dan Tasya. Mereka mengobrol dengan heboh,
itulah hobi yang sering dilakukan para wanita, mengobrol dengan para sahabat
dan terkadang hingga lupa waktu. Sedangkan
Genta dan Dio asik dengan teman-temannya dan bernyanyi bersama. Namun diam-diam
Genta selalu memperhatikan Vani, bukan pertama kalinya Genta seperti ini. Mungkin
ini sudah menjadi hobi baginya untuk melihat wajah Vani, apalagi untuk menatap matanya,
Genta sangat menyukai mata Vani yang bulat berwarna coklat tua dengan bulu mata lentik dan juga hitam, yang mempermanis parasnya.
Dan sudah bukan rahasia lagi bahwa Genta menyimpan
rasa bagi Vani, dan Vani pun sudah mengetahui itu. Satu sekolahpun sudah tau tentang
kisah mereka. Perasaan Genta pada Vani rasanya sudah menjadi rahasia umum.
Genta sangat sayang pada Vani, itu jelas terlihat karena Genta selalu perhatian
pada Vani, Genta selalu ada saat Vani membutuhkan seseorang. Keberuntungan Vani
membuat semua siswi merasa iri padanya. Namun, Vani tidak ingin merusak hubungan persahabatan
mereka, walaupun sebenarnya Vani sedikit menaruh hati pada Genta. Perlakuan Genta padanya yang jika wanita manapun berada diposisinya akan
merasakan hal yang sama dengan apa yang ia rasakan.
Namun Genta sadar jika dia hanya diam, tidak akan
merubah status mereka menjadi sepasang kekasih.“Mungkin ini saatnya buat gue nunjukin perasaan sayang gue ke Vani. Dan
asal lo tau Van, perasaan gue ini serius bukan main-main. Perasaan gue ke lo
justru semakin dalem dan gue gak bisa nahan ini lagi Van. Ini menyiksa gue, gue
pengen terbuka sama lo tentang semua ini”.Batin Genta dengan tatapan yang terus tertuju pada gadis yang sedari tadi sudah memenuhi pikiranya.
Malam itu sudah menunjukkan pukul 22.30,
Vani dan teman-temannya sudah mulai merasa
ngantuk, dan mereka memutuskan untuk mengakhiri
obrolan mereka pada malam itu, dan pergi ke alam mimpi.
Masih di tempat yang
sama dengan tatapan yang lebih tajam, Genta terus melihat Vani yang sekarang akan masuk ke dalam tenda “Good night Van, semoga lo mimpi indah ya,
dan semoga lo juga punya perasaan yang sama kayak gue” batin
Genta.
Bersambung........
Penasaran gak sih sama kelanjutan Vani dan Genta?
Tunggu di postinan selanjutnya yaa:)
Terimaksih sudah berkunjung dan meluangkan waktu untuk mampir ke blog saya :)
Check my IG : @firdaurw_
Wih mantul๐
BalasHapusMantep neng๐
BalasHapusPlot twist nya dapet ๐
BalasHapusSukaaa
BalasHapusUhuy cara menebalkan alis gini ya, bagus ceritanya
BalasHapusMantull๐
BalasHapusOke banget kak:)
BalasHapusGooddd:))
BalasHapusKehidupan anak pramuka nih, cinta simpul mati ๐ ditunggu kelanjutannya kak๐
BalasHapusMantap lahh teruskan kak
BalasHapusTambahin coklat dong biar serasi ehe:v bagusss cuma kurang coklat aja๐
BalasHapusBaguss, jadi senyum senyum sendiri kan bacanya๐
BalasHapusBagus ceritanya :D
BalasHapusKo aku ga senyum" sendiri
BalasHapusBagus๐
BalasHapusCerita bagus ๐
BalasHapusCerita bagus๐
BalasHapusBagusss neng๐๐
BalasHapusKeren ceritanya๐
BalasHapusYang ditunggu tunggu udah ada lagi ceritanya. Nambah menarik ceritanya. Jadi nambah penasaran lagi buat nunggu cerita selanjutnya. wkwk ๐๐ผ
BalasHapusBagus banget lanjutin lagii
BalasHapusGood ka
BalasHapusSeruu๐๐
BalasHapusBikin penasaran nih, ceritanya menarikk
BalasHapusLanjutkan ayo, bagus nih
BalasHapusKerenn neng, dilanjut karyanya๐
BalasHapussuka ❤๐
BalasHapus๐๐๐๐
BalasHapus