Novel Bagian I


VANILA


“’Yeaayyy sumpah deh aku gak sabar banget buat cepet sampe disana La” seru Vanila dengan excited kepada sahabatnya, Lala.
“Iya aku juga sama nih gak sabar banget, pasti seru deh” ucap Lala tak kalah excited dengan Vani.
“Eh, eh Van sana yuk! Itu anak-anak udah pada kumpul deh kek nya” ajak Lala kepada Vani sambil memegang pergelangan tangan kanan Vani, sehingga Vani berjalan dibelakangnya.

Jum’at pukul 06.30 memperlihatkan keadaan sekolah yang tidak seperti biasanya, sekolah sudah terlihat ramai dan sangat riuh dengan kehadiran siswa siswi SMA Harapan Bekasi. Mereka memulai keberangkatan yang menjadi alasan mengapa mereka sudah berada di sekolah sepagi ini. Vanila atau yang lebih akrab disapa Vani, beserta sahabat-sahabatnya mulai memasuki bis dan menyimpan barang bawaan mereka diatas tempat duduk mereka masing-masing. Karena tubuhnya yang mungil, Vani merasa kesulitan untuk menyimpan tasnya. Hingga akhirnya datang seseorang yang membantunya. Setelah semuanya selesai, Vani langsung menjatuhkan bokongnya pada kursi bis yang berada dipojok dekat jendela. Vani duduk berdampingaan dengan Lala, di depan mereka ada Genta dan Dio, dan di belakang mereka ada Ita dan Tasya. Bis mereka menjadi bis yang berangkat pertama dari rombongan yang lain.

Bagi Vani lengkap sudah kebahagiaan yang ia rasakan saat ini, karena memiliki sahabat yang begitu sempurna baginya, yang selalu ada dan selalu mensupport nya dan yang paling penting mereka selalu menjadi moodboster untuknya. Batin Vani

Dio tiba-tiba berteriak didepan muka Vani, dan membuat Vani tersadar dari lamunannya. Dio memang senang berbuat jahil, tidak hanya itu, Dio juga sangat senang berbicara, tidak seperti Genta yang lebih cool, namun Dio dan Genta sama-sama memiliki sikap tengil dan masa bodo. Keduanya memiliki paras yang tampan dan perawakan yang ideal menurut para kaum hawa, maka tidak heran kalau mereka banyak disukai oleh para kaum hawa penghuni sekolah, mulai dari kakak kelas sampai adik kelas.

“Woy ngelamun ae lu Van, ngobrol napa ngobrol!!” ucap Dio yang diakhiri dengan sedikit cengiran khasnya.
“anjay lu ngagetin aja” balas Vani sembari menjauhkan wajah Dio dari hadapannya.
“Lagian ngelamun aja lu” balas Dio, dan dibalas gelengan yang dibarengi senyuman oleh Vani
“Yeee malah mesem mesem. Ta gimana nih belum juga sampe udah kesambet aja nih bocah” lapor Dio pada Genta yang dibarengi ekspresi kebingungan dan so dramatis.
“Biar gue yang ruqyah sini” sambung Genta sambil menempelkan tangannya diatas kepala Vani. Yang akhirnya membuat mereka berenam tertawa bersama.
“Apaan dah, gue gak kesurupan kali” selak Vani dengan kesal sambil meenyingkirkan tangan Genta dari kepalanya dan sedikit memajukan bibirnya. Lalu ia melipat kedua tangannya dan menyandarkan tubuhnya pada kursi. Melihat Vani yang bersikap seperti itu justru membuat para sahabatnya semakin keras mentertawakannya karena merasa gemas dengan kebiasaan Vani yang kadang seperti anak-anak.
“Ah udah deh, aku mau tidur aja” ucap Vani dengan nada yang membuat siapapun merasa gemas jika mendengarnya.
“Anak kecil emang mendingan tidur sih dari pada mabok ya kan? Brabe ntar” balas Genta yang dibarengi tawanya yang khas dan diikuti oleh Dio, Ita, dan Tasya.
♡♡♡
Mereka akhirnya tiba pada tempat tujuan utamanya yaitu sebuah tempat perkemahan yang rindang dan banyak pepohonan sehingga tempat itu sangat sejuk dan nyaman. Mereka akan menghabiskan waktu disana selama dua malam atau sampai Minggu pagi.

Semua siswa siswi mengambil barang mereka masing-masing dan bergegas pergi ke tempat tujuan mereka. Semua murid terlihat sangat senang dan tak sabar untuk memulai kegiatan ini. Yang merupakan kegiatan tahunan bagi murid kelas XI IPA dan IPS di SMA Harapan

Bersama tim masing-masing mereka mendirikan tenda yang akan menjadi tempat tidur mereka selama dua malam kedepan. Vani, Lala, Ita, dan Tasya mendirikan tenda mereka. Genta dan Dio juga melakukan hal yang sama, mereka mendirikan tenda tepat disamping tenda Vani, dan memisahkan diri dengan timnya. Mereka memang sangat dekat, apalagi Vani, Genta, dan Dio. Mereka sudah berteman sejak kecil karena orang tua mereka sudah berteman bahkan sebelum ada mereka.

Genta dan Dio dengan mudahnya mendirikan tenda mereka dan selesai dengan cepat, tidak seperti geng cewe cewe yang sangat lambat menyelesikannya.

“Liat dong tenda gue udah jadi nih! Kalian masih kayak gitu aja” ujar Dio dengan sombongnya
“Banyak omong lo, sini bantuin. Lagian tenaga cewe sama cowo kan beda, ya jelas kalian lebih cepet” balas Vani dengan maksud pembelaan diri.
“Ah dari tadi juga yang banyak kerja gue, lu sih cuman bantu megangin doang” selak Genta pada Dio.
“He..hee.. tapikan sama aja gue bantuin lu Ta” sambung Dio dibarengi cengirannya.
“Yaah Ta kayak gatau aja dia kan emang banyak omong. Ayo sini Ta bantuin gue!” pinta Vani yang disambut baik oleh Genta dan langsung membantunya.
“Ayo sini lu juga bantuin, jangan liatin doang” ucap Genta pada Dio.
“Iya iyaa deh gue bantuin” balas Dio dengan nada malesnya tetapi tetap pergi untuk membantu mereka.

Selama berkemah, banyak sekali kegiatan seru yang Vani lewati bersama temannya. Itu akan menjadi kenangan terindah bagi Vani yang tidak mungkin ia dapatkan di tempat lain.
♡♡♡

Komentar

  1. Wahh cerpennya bagus firda 👍 bahasanya serasa kehidupan anak sma banget😆

    BalasHapus
  2. Bagus neng cerpennya👍 mantul hehhe

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Makasiih masukannya:) semoga saya bisa lebih baik lagi untuk kedepannya:)

      Hapus
  4. Berasa kenal sama tokoh-tokoh nya

    BalasHapus
  5. Good 👍 aku suka ceritanya:)

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Bagus banget aya nama aingan lagi:v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahahaha:v kamu siapa? Kamu seperti jelly:v

      Hapus
  8. Mantull dut cerpen nya 💪💪

    BalasHapus
  9. Cerpen yg mengambil tata bahasa zaman now nih wkwk
    Keren", tingkatkan lagi ya 👍

    BalasHapus
  10. Uuuu bahasanya gaulll sekalehh mba firr, bagus bagus. I like.

    BalasHapus
  11. Penggunaan bahasanya gaul jd lebih enak dibaca 😄

    BalasHapus
  12. Menarik, sekaliiiii... Bagus ini di baca nya sambil Liat senja eee senja

    BalasHapus
  13. Mantull daaah ceritanya, gampang untuk di mengerti pula bahasanya😂 untuk kedepannya kembangkan lagi ya firda 😂

    BalasHapus
  14. Keren Fir, cerita nya menarik 👍

    BalasHapus
  15. Ceritanya sangat menarik, terua berkarya ya neng Firda💙

    BalasHapus
  16. Di lanjut dong kak ceritanya, bahasanya juga enak dibaca

    BalasHapus
  17. Aw aw aw sudah membuat novel. Keren keren👏. wkwk

    BalasHapus
  18. Bagus ceritanya. Sebaiknya kata asing di cetak miring. Terima kasih😊

    BalasHapus
  19. Sekali" dong bikinin wkwkkw. Semangat terus membuat karya neng urwatinnisa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Novel Bagian II